TIMES TUBAN, JAKARTA – Maroko memastikan tiket ke final Piala Afrika setelah menyingkirkan Nigeria lewat adu penalti dengan skor 4-2, menyusul hasil imbang tanpa gol hingga perpanjangan waktu dalam semifinal yang berlangsung di Stadion Prince Moulay Abdellah, Rabat, Rabu waktu setempat atau Kamis (15/1/2026).
Penjaga gawang Maroko, Yassine “Bono” Bounou, menjadi pahlawan dengan menepis dua tendangan penalti pemain Nigeria. Sementara penendang terakhir Maroko, Youssef En-Nesyri, sukses menuntaskan tugasnya dan mengantar tuan rumah ke partai puncak di hadapan lebih dari 65 ribu penonton.
Pertandingan berjalan dalam atmosfer luar biasa panas, dengan mayoritas penonton memberikan tekanan konstan kepada para pemain Nigeria setiap kali menguasai bola. Maroko tampil dominan sepanjang laga, mencatatkan 16 tembakan dengan lima di antaranya mengarah ke gawang, namun pertahanan disiplin Nigeria memaksa laga berlanjut hingga adu penalti.
Nigeria sebenarnya bertahan cukup solid, tetapi minim ancaman. Satu-satunya tembakan tepat sasaran mereka dilepaskan Ademola Lookman, yang masih bisa diamankan Bono.
Dalam adu penalti, Bono menepis eksekusi Samuel Chukwueze dan Bruno Onyemaechi, sementara kiper Nigeria Stanley Nwabali hanya mampu menggagalkan satu tendangan.
Sadio Mane menjadi pahlawan Senegal dengan gol tunggalnya pada menit ke-78 untuk memastikan timnya menang 1-0 atas Mesir. (foto: Afcon)
Kemenangan ini membawa Maroko ke final Piala Afrika untuk pertama kalinya sejak menjadi juara pada 1976. Sebagai tuan rumah, Maroko berpeluang mengakhiri penantian hampir setengah abad untuk kembali mengangkat trofi.
Senegal Lolos Berkat Gol Telat Mané
Pada semifinal lainnya di Tangier, Senegal menyingkirkan Mesir dengan skor 1-0 berkat gol telat Sadio Mané pada menit ke-78.
Gol tunggal tersebut lahir dari situasi di luar kotak penalti. Setelah tembakan Lamine Camara sempat diblok, bola jatuh ke kaki Mané yang langsung melepaskan sepakan mendatar ke pojok bawah gawang tanpa mampu dijangkau kiper Mohamed El Shenawy.
Sepanjang laga, Senegal lebih dominan dalam penguasaan bola dan jumlah peluang, sementara Mesir memilih bertahan rapat dan mengandalkan serangan balik. Namun pertahanan solid The Pharaohs akhirnya runtuh menjelang akhir laga.
Mesir hampir menyamakan kedudukan di masa tambahan waktu melalui Omar Marmoush, tetapi peluang tersebut juga berhasil digagalkan kiper Senegal.
Meski menang, Senegal harus kehilangan beberapa pemain penting di final. Kapten Kalidou Koulibaly absen akibat akumulasi kartu kuning dan cedera, sementara Habib Diarra juga dipastikan tidak bisa tampil karena sanksi kartu.
Final Maroko vs Senegal: Ulangan Dua Kekuatan Terbaik Afrika
Final Piala Afrika akan mempertemukan Maroko vs Senegal di Stadion Prince Moulay Abdellah, Rabat, Minggu mendatang.
Laga ini menjadi duel antara tuan rumah yang haus gelar pertama sejak 1976 melawan juara bertahan 2021 yang berambisi mempertahankan dominasi mereka di Afrika.
Atmosfer dipastikan luar biasa, dengan permintaan tiket melonjak tajam dan harga di pasar gelap dilaporkan meningkat berkali lipat dibanding harga resmi.
Final ini bukan sekadar perebutan trofi, tetapi juga pertarungan gengsi dua kekuatan besar sepak bola Afrika modern: Maroko dengan kedisiplinan taktis Eropa dan Senegal dengan fisik, kecepatan, serta pengalaman juara. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Maroko vs Senegal di Final Piala Afrika, Tuan Rumah Tantang Juara Bertahan
| Pewarta | : Rochmat Shobirin |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |