Berita

Peneliti B2P3KS Kemensos RI: Teknologi Society 5.0 Solusi untuk Menunjang Kesejahteraan

Jumat, 18 Juni 2021 - 11:42
Peneliti B2P3KS Kemensos RI: Teknologi Society 5.0 Solusi untuk Menunjang Kesejahteraan Suasana peserta webinar yang dihadiri oleh sivitas akademik STPMD APMD dan umum. (FOTO: Tangkapan layar/A.Tulung)

TIMES TUBAN, YOGYAKARTA – Peneliti Ahli Utama B2P3KS Kemensos RI yang juga Dosen STPMD ‘APMD’ Yogyakata, Dr Istiana Hermawati, M.Sos mengatakan pada era Society 5.0 yang digagas oleh negara Jepang pada awal 2019, penggunaan teknologi bukan hanya pada bisnis, tapi bagaimana ini dimanfaatkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pelayanan sosial.

Perpaduan penggunaan artificial, drone, robot  maupun big data dioptimalkan untuk mendukung dan memudahkan manusia dalam menjalankan kegiatan sehari-hari, termasuk dalam praktek pekerjaan sosial dimana kegiatan pelayanan sosial menjadi fokus dari pekerjaan ini.

Society 5.0 adalah konsep yang berpusat pada manusia dan berbasis pada teknologi, Society 5.0 sebagai solusi dari konsep sebelumnya yaitu revolusi industri 4.0 yang berpotensi mendegradasi peran manusia dengan mengembangkan kecerdasan buatan dan mentrasformasi big data yang dikumpulkan melalui internet pada segala bidang kehidupan menjadi suatu kearifan baru.

Semua teknologi didedikasikan untuk meningkatkan kemampuan manusia, ia menuturkan kalau sebelumnya pada revolusi industri 4.0 sering terjadi manusia diperbudak oleh teknologi, konsep terakhir Society 5.0 ini bagaimana teknologi itu bisa memanusiakan manusia.

“Manusia yang mengendalikan teknologi, bukan sebaliknya manusia diperbudak oleh teknologi. Kehadiran teknologi ini untuk mendukung kesejahteraan manusia,” kata Istiana dalam acara webiner series yang diselenggarakan oleh Program Studi Pembangunan Sosial STPMD APMD Yogyakarta.

Istiana dalam acara bertema Dinamika Pelayanan Sosial Menghadapi Tantangan Society 5.0 pada Kamis (17/6/2021) mengatakan era Society 5.0 ini tidak lagi modal, tapi data menghubungkan dan menggerakkan semuanya, membantu mengisi kesenjangan antara yang kaya dan kurang beruntung.

Lebih lanjut, tantangan pada bidang sosial adalah adanya perubahan demokrasi dan nilai sosial, peningkatan kerja virtual dan pertumbuhan kompleksitas proses. Menurutnya dalam konteks pekerjaan sosial, Society 5.0 bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, bukan untuk meningkatkan kekuatan teknologi.

“Fokus Society 5.0 adalah manusia, teknologi digunakan untuk melayani kebutuhan atau menunjang kesejahteraan manusia,” imbuhnya

Salah satu profesi yang bertujuan untuk memberikan pertolongan pada kehidupan manusia adalah profesi pekerjaan sosial, pekerjaan sosial suatu profesi yang memiliki fungsi dan tugas untuk memberikan pelayanan melalui proses interaksi sosial. Dalam pekerjaan sosial bagaimana pekerja membantu individu kelompok dan masyarakat untuk meningkatkan dan memulihkan kemampuan manusia.

Ia menjelaskan peran dunia pendidikan era Society 5.0 diyakini dapat menjadi media untuk melakukan rekayasa sosial di tengah perubahan sosial yang terjadi di dalam masyarakat. Melalui lembaga pendidikan pekerjaan sosial, upaya menciptakan perubahan secara terencana dapat dilakukan.

“Proses pendidikan dituntut secara langsung tidak hanya melakukan transfer pengetahuan tapi juga transfer nilai dan sikap kepada para peserta didik,” ujarnya

Istiana menyebutkan ada tiga bidang utama dalam pengembangan SDM yakni pengembangan kompetensi (pribadi), pengembagan tim (kolaborasi), dan organisasi. Pengembagan kompetansi terdiri dari empat. Pertama kompetensi teknis, mencakup pengetahuan dan ketrampilan yang harus dikuasai oleh peserta didik.

Kedua kompetensi metodologis, ketrampilan dan kemampuan untuk memecahkan masalah umum dan pengambilan keputusan. Ketiga, ketrampilan sosial, kemampuan untuk bekerja sama dan berkomunikasi dengan orang lain, dan Keempat, kompetensi pribadi, mencakup nilai-nilai, motivasi dan sikap individu.

"Keempat kompetensi ini juga perlu dikuasai oleh pekerja sosial agar dapat maksimal fungsinya secara optimal di masyarakat,” tuturnya

Menurutnya yang perlu dilakukan oleh dunia pendidikan adalah bagaimana menyiapkan materi, sehingga terjadi link and mach dengan SDM yang dibentuk dengan kebutuhan-kebutuhan jaman, Dengan demikian kemajuan teknologi dapat memberikan dampak yang positif bagi peradapan manusia.

Selain itu, perlu mencari metode untuk pengembangan kapasitas mahasiswa, Mahasiswa tidak cukup hanya membaca dan menulis, tapi perlu dibekali dengan literasi baru yaitu literasi data, teknologi dan manusia, hal ini agar bisa mencetak tenaga kerja yang nantinya bisa beradaptasi dengan tuntutan teknologi yang sedang berkembang.

Feriawan Agung Nugroho, S.Sos, M.P.A Pekerja Sosial Fungsional Balai Rehabilitasi Sosial dan Pengasuhan Anak DIY mengatakan pekerja sosial adalah sesuatu yang profesional, tantangannya di era sebelum Society 5.0 ada era distrupsi adalah kompetisi orang yang berpengalaman dan tidak berpengalaman sama-sama punya start yang sama.

“Pekerja sosial diseluruh tempat di Indonesia ini bahkan di dunia banyak yang sudah tau dengan apa yang kita kerjakan. Ketika unggah tulisan dan posting kondisi lansia di facebook akhirnya banyak orang tau akan keadaan mereka,” jelasnya

Nah pentingnya memanfaatkan media sosial dalam proses pelayanan yang dilakukan, melalui tulisan yang di unggah dan posting itu bisa membangun kesadaran bersama masyarakat yang pengguna media sosial untuk tau apa itu pekerja sosial, pelayanan sosial dan praktek-praktek yang dilakukan oleh pekerja sosial di dalam melakukan pelayanan.

“Bagaimana kita pekerja sosial punya pemahaman yang menyeluruh, harus bisa memahami kompleksitas masalah sosial bahwa keterlantaran, kekerasan, ekonomi, perdagangan manusia, itu semuanya terkait sehingga memunculkan masalah-masalah sosial dengan berbagai bentuknya,” papar Feriawan dalam webiner STPMD APMD, Yogyakarta. (*)

Pewarta : Ahmad Tulung
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Tuban just now

Welcome to TIMES Tuban

TIMES Tuban is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.