Berita

Sejarah Hari Ini: 31 Juli, AS-Uni Soviet Sepakat Lucuti Senjata Nuklir

Sabtu, 31 Juli 2021 - 14:37
Sejarah Hari Ini: 31 Juli, AS-Uni Soviet Sepakat Lucuti Senjata Nuklir Preiden AS George Bush bersalaman dengan pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev usai penandatangan perjanjian pengurangan senjata nukril di Moskow, 31 Juli 1991. (foto: nps.gov)

TIMES TUBAN, JAKARTASejarah hari ini mencatat peristiwa bersejarah saat Amerika Serikat dan Uni Soviet menyepakati perjanjian pengurangan senjata nuklir. Perjanjian ini ditandatangani oleh Presiden AS George Bush dan pemimpin Soviet Mikhail Gorbachev di Moskow, 31 Juli 1991. Dari dalam negeri, 31 Juli juga mencatat sebuah tragedi. Banjir besar merendam Kota Samarinda, Kalimantan Timur selama tiga hari. Banjir Samarinda membuat kota ini menjadi kota mati selama beberapa hari.

1991: AS - Uni Soviet Setuju Pengurangan Nuklir

Parade senjata nuklir RusiaParade senjata nuklir Rusia. (foto: DPA)

31 Juli 1991 menjadi tanggal bersejarah bari Amerika Serikat dan Uni Soviet. Kedua negara superpower menandatangani perjanjian mengurangi persediaan hulu ledak nuklir mereka sekitar sepertiga.

Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis, yang dikenal sebagai Start, ditandatangani di Moskow oleh Presiden AS George Bush dan pemimpin Soviet Mikhail Gorbachev.

Dikutip dari BBC, pada konferensi pers bersama setelah upacara penandatanganan, Bush menggambarkan perjanjian Start sebagai "langkah maju yang signifikan dalam menghilangkan setengah abad ketidakpercayaan".
 
Sedangkan Gorbachev mengatakan perjanjian ini menjadi awal dari "proses yang tidak dapat diubah" dari pengurangan senjata, tetapi menekankan "masih banyak yang harus dilakukan".

Perjanjian tersebut memakan waktu lebih dari sembilan tahun untuk dinegosiasikan, dan mengurangi senjata nuklir strategis masing-masing pihak sekitar 35 persen selama tujuh tahun. Rudal balistik antarbenua berbasis darat Uni Soviet juga akan dipotong sebesar 50 persen.

Ini adalah perjanjian besar pertama antara kedua negara mengenai pengurangan senjata sejak perjanjian Salt, yang ditandatangani pada tahun 1972 dan 1979, yang membatasi jumlah rudal nuklir jarak jauh.

Namun perjanjian ini sedikit kacau menyusul kolapsnya Uni Soviet pada Desember 1991. Negosiasi harus dilakukan ulang dengan Rusia dan negara pecahan Rusia yang banyak memiliki hulu ledak nukril seperti Ukraina, Belarus, dan Kazakhstan.

Pada tahun 1997, Presiden AS Bill Clinton dan Presiden Russian Boris Yeltsin sepakat meperpanjang perjanjian Start hingga 2007. Perjanjian yang lebih dikenal dengan nama  Treaty of Moscow ini berhasil mengurangi senjata nuklir secara signifikan antara AS dan Rusia, yakni antara 1,700 dan 2,200 senjata nukril hingga 2012. Jumlah ini diperkirakan mencapai dua pertiga senjata nuklir yang dimiliki kedua negara adikuasa ini.

1998: Banjir Besar Samarinda

banjir besar merendam Kota SamarindaFoto dokumentasi saat banjir besar merendam Kota Samarinda, Kalimantan Timur pada 31 Juli 1998. (foto: kaltimkece)

Banjir besar melanda Samarinda, Kalimantan Timur pada 31 Agustus 1998. Banjir yang terjadi hingga 3 Agustus ini membuat Samarinda digambarkan sebagai kota mati.

Pemprov Kaltim menyebut, luas permukiman yang tenggelam mencapai 2.084 hektare dengan kedalaman antara 30 centimeter hingga 3 meter. Bencana tersebut telah menerjang tiga kecamatan di Daerah Aliran Sungai Karang Mumus. Empat orang dinyatakan tewas, sebanyak 105.835 jiwa dari 18.798 kepala keluarga terdampak banjir, sebanyak 15 SMU, 12 SLTP, 36 SD, dan 10 TK harus diliburkan.

Nyaris seluruh fasilitas publik ikut lumpuh. Bandara Temindung, RSUD AW Sjahranie, Universitas Mulawarman, kantor pemerintahan, hingga pasar tidak ada yang beroperasi.

1937: Jambore Dunia Pramuka V

Jambore Dunia Pramuka ke V digelar di Belanda dan dibuka oleh Ratu Belanda bernama Wihelmina. Jambore tersebut diikuti oleh 28.750 pandu dari 54 negara. Jambore dunia ini sekaligus menjadi momen perpisahan dengan Bapak Pandu Dunia, Baden Powell ketika dirinya menyematkan emblem Jambore kepada seorang staff.

Belanda menandai peristiwa bersejarah ini dengan membuat perangko khusus dengan tema The 1937 World Jamboree. (*)

Pewarta : Ratu Bunga Ambar Pratiwi (MG-345)
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Tuban just now

Welcome to TIMES Tuban

TIMES Tuban is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.